“ KAU SAHABATKU SELAMANYA”

            Ada sebuah sekolah di Jepang yang sangat terkenal. Didalam sekolah tersebut ada seorang anak yang selalu mendapatkan penyiksaan dari teman- temannya yang lebih tepat disebut bullying. Anak itu bernama Shirasae Hampir setiap hari Shirasae mengalami bullying. Tidak ada satupun teman di kelasnya berani untuk menolongnya.

Sampai pada suatu hari, di tahun ajaran baru ada seorang murid baru bernama Touko masuk ke dalam sekolah tersebut. Setelah ia masuk ke dalam kelasnya. Touko melihat Shirasae diperintah oleh kelompok bullying untuk membentak seorang guru yang sedang mengajar. Shirasae tidak bisa menolak, ia takut jika ia menolak maka kelompok bullying yang dipimpin oleh anak pemilik sekolah tersebut yang bernama Karo akan menyiksanya lebih kejam. Pada saat istirahat Touko menghampiri Shirasae lalu menyuruh ia untuk mengadukan perbuatan mereka  pada guru.

Akan tetapi, Shirasae tidak berani melakukan hal itu. Pada saat yang sama Karo menghampiri Shirasae untuk mengucapkan terimakasih karena ia mau melakukan apa yang dia suruh. Touko merasa tidak terima terhadap perlakuannya terhadap Shirasae. Oleh karena itu Karo menawarkan kepada Touko untuk menjadi pengganti Shirasae sebagai korban bullying. Touko tidak merasa takut ia dengan mudah menerima tawaran itu. Sejak itu setiap hari ia disiksa oleh kelompok bullying. Mulai dari sepatu olahraganya yang dicoret dan buku yang di rusak oleh kelompok bullying. Selama itu, Shirasae dan Touko menjadi sahabat dan semakin dekat. Karo merasa kesal dengan kedekatan mereka.

Sampai pada suatu hari, ia memerintah teman-temannya untuk memberitahu kepada Shirasae bahwa Touko pura-pura menjadi sahabatnya dan teman yang lain disuruhnya untuk menghasut Touko agar menjauh dari Shirasae, mereka mengatakan hal yang buruk tentang Shira sae tetapi Touko tidak percaya hal itu, sedangkan Shirasae langsung menghampiri Touko dan mengatakan bahwa ia tidak butuh pershabatan palsu. Keesokan harinya, Shirasae diperintah oleh Karo untuk menyiram sampah basah ke kepala dan tubuh Touko. Ia tidak bisa menolak, ia langsung menyiram sampah basah ke tubuh Touko pada saat Touko membuka pintu kelas. Shirasae langsung berlari dan menangis. Touko tidak tahan lagi dengan kelakuan Karo. Touko langsung melaporkan semua perbuatan jahat yang Karo lakukan kepadanya dan sahabatnya pada wali kelasnya. Sayangnya itu tidak berhasil karena Karo berhasil membuat wali kelasnya percaya padanya.

Karo merasa kesal lalu ia menyuruh teman-temannya untuk menangkap Shirasae dan Touko. Saat mereka sampai di sana, Touko langsung didorong hingga ia jatuh dalam posisi berlutut. Ia disuruh meminta maaf pada Karo jika tidak kain pel kotor akan masuk ke dalam mulutnya. Shirasae tentu saja tidak dapat melakukan apa-apa. Akhirnya teman-teman nya merasa bahwa itu sudah keterlaluan dan melawan Karo dan teman-temannya. Mereka tidak merasa takut. Akhirnya Karo merasa kalah. Sejak saat itu Shirasae selalu merasa senang di sekolah.

Pada suatu hari ketika Shirasae sedang berjalan pulang bersama Touko, ia merasa pusing dan akhirnya Shirasae jatuh pingsan. Touko panik dan berteriak untuk meminta tolong. Akhirnya Shirasae dibawa ke rumah sakit langsung masuk ke ruang UGD. Touko langsung menelpon keluarga Shirasae untuk datang ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, keluarga Shirasae datang touko langsung menceritakan semuanya pada semua. Tiba-tiba pada saat mereka berbincang-bincang dokter keluar. Ibu Shirasae langsung menanyakan keadaan anaknya. Saat ditanyakan, sambil menghela nafas dokter menjawab bahwa Shirasae terkena penyakit leukemia, dan sel kankernya sudah menyebar di selurub tubuhnya, sehingga hidup shirasae tidak lah lama lagi. Dokter berkata bahwa hanya dengan cara terapi sajalah yang dapat memperpanjang umurnya. Orangtuanya menyetujui cara tersebut. Ternyata Shirasae mendengar semua percakapan dokter dengan orangtuanya. Ia telah mengetahui bahwa hidupnya tidak lama lagi. Akan tetapi, ia tetap tegar menerima kenyataan itu dan menyetujui untuk ikut terapi.

Sejak saat itu, Shirasae ikut terapi tersebut bersama dengan sahabatnya, Touko. Setiap hari Touko selalu menemani Shirasae dan memberinya semangat hidup. Touko selalu datang ke rumah sakit untuk menemaninya sahabatnya. Pada suatu hari, Touko melihat Shirasae sedang menangis sambil melukis. Saat Shirasae melihat Touko ia langsung menyembunyikan lukisannya dan menghapus air mata itu. Pada saat touko sedang duduk disampingnya, ia memberikan Touko sebuah gantungan hati. Ia berkata bahwa ini adalah benda terakhir yang ia beri ke Touko, karena ia merasa hari itu adalah hari terakhirnya. Shirasae mengajukan satu permintaan untuk Touko, yaitu ia harus menemani Shirasae semalaman. Ia menyetujui itu.

Malam itu, mereka bnyak berbicara dan bercerita tentang pertama kali mereka bertemu dan mereka banyak tertawa. Saat itu, Shirasae berkata bahwa ini adalah malam terakhirnya, karena di malam yang berikutnya dan berikutnya lagi ia tidak akan berada di samping Touko lagi. Touko sangat sedih mendengar hal tersebut. Mereka pun akhirnya saling berpelukan dan menangis. Setelah menangis, mereka tertidur lelap

Keesokan harinya ketika Touko bangun, ia melihat ranjang Shirasae sudah kosong dan rapi. Ia mencari Shirasae di kamar mandi sambil terus memanggilnya tetapi tidak ada jawaban. Ia hanya melihat sebuah lukisan yang dibuat Shirasae untuknya serta gantungan hati milik Shirasae sebagai tanda persahabatannya. Ia pun keluar untuk mencari Shirasae, tiba-tiba ia melihat orangtua Shirasae menangis di depan sebuah jenazah. Ia menghampiri orangtuanya dan dengan rasa takut ia membuka kain yang menutupi muka jenazah. Saat kain itu sudah terbuka, ternyata itu adalah jenazah Shirasae. Ia sangat shock dan sedih. Ia menangis dan berteriak saat jenazah Shirasae diangkut ke mobil jenazah. Saat pemakaman berlangsung Touko hanya menangis.

Touko masih tidak dapat menerima kepergian sahabatnya terus murung. Hingga pada suatu hari ia bertemu dengan arwah Shirasae di teras sekolah. Shirasae berkata bahwa ia sangat beruntung mempunyai sahabat yang baik dan setia seperti Touko. Tiba-tiba bayangan Shirasae mulai menghilang. Lalu Shirasae berkata; “ Terimakasih kau sahabatku selamanya, jangan sedih aku akan selalu memperhatikanmu dari sana. “ Setelah berjata demikian bayangan mulai menghilang. Touko lalu menghapus air matanya dan melepas kepergian sahabatnya dengan senyum.

“  The end “